Beranda > Catatan Kaki > Pindah ke Bumi Lain

Pindah ke Bumi Lain



Pada jaman sekarang kemampuan berpikir manusia berkembang sangat pesat, maka teknologi ciptaan manusia berkembang sangat canggih pula. Semua benda dapat diciptakan manusia sesuai dengan fungsi yang diinginkan. Kita dapat menemukan robot yang dapat diperintah secara sederhana dan dapat melakukan aktivitas layaknya manusia sungguhan. Bahkan dahulu dimana hampir semua khayalan yang hanya berupa cerita tidur dan isapan jempol belaka, sekarang dapat diwujudkan. Pada zaman dahulu, saat orang ingin pergi keliling dunia dibutuhkan waktu yang tidak singkat, berhari–hari perjalanan menggunakan kapal laut dengan medan yang cukup sulit. Akhirnya sekarang ini, semua orang bebas untuk pergi ke mana saja dengan menggunakan teknologi. Teknologi pesawat terbang memudahkan manusia untuk pergi ke tempat yang jauh.

Selain itu, pertumbuhan jumlah umat manusia juga semakin pesat. Pertumbuhan tersebut mengakibatkan jumlah kebutuhan yang diinginkan manusia semakin banyak dan akhirnya terjadi pengeksplorasian sumber daya secara besar–besaran, contohnya pemanfaatan bahan bakar jenis fosil secara besar–besaran, yang diprediksi semuanya akan habis pada akhir tahun 2060. Bukan hanya habis, tetapi menimbulkan dampak yang cukup besar. Hasil pembakaran oleh bahan bakar fosil berdampak menumpuknya gas CO2 di atmosfer dan merusak lapisan ozon yang akhirnya akan terjadi pemanasan global dan mencairnya es abadi di kedua kutub bumi. Oleh sebab itu, manusia mulai mengurangi pengeksplorasian sumber daya dan mencegah dampak yang terjadi, seperti dengan cara mengurangi emisi gas CO2, mulai mengganti bahan bakar alternatif yang tidak merusak lingkungan dan membuang limbah yang tidak merusak lingkungan. Semua pencegahan sepertinya membutuhkan perjuangan yang ekstra dan tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Semua tergantung pada kesadaran seluruh manusia di bumi ini.

Para ahli juga merencanakan sesuatu yang akan menjadi masa depan umat manusia. Jika bumi telah rusak apakah jaman manusia akan berakhir begitu saja? Sekarang ini para ahli mulai merencanakan suatu misi yang akan meneruskan sejarah umat manusia. Jika bumi telah rusak maka manusia akan pindah ke planet lain dan membentuk komunitas baru. Apakah semua akan terwujud seperti khayalan dan isapan jempol bagi masyarakat jaman sekarang ini?

Asal–usul kehidupan merupakan sebuah misteri. Tidak ada orang yang dapat memecahkan misteri tersebut dengan metode ilmiah yang tepat. Banyak teori yang bermunculan, baik mengenai asal usul alam semesta, tata surya, maupun kehidupan. Salah satu tempat yang saat ini diketahui manusia sebagai tempat hidup yang nyaman adalah di sebuah planet kecil dengan diameter 12.756 km dan 75% permukaannya tertutup oleh air, terletak di tata surya Sabuk Kuiper, di galaksi Bima Sakti yang kita kenal sebagai tempat hidup kita, yaitu planet bumi.

Bumi merupakan satu–satunya planet di tata surya kita yang dihuni oleh makhluk hidup. Bumi merupakan planet ketiga dari matahari yang mempunyai atmosfer yang tersusun dari gas nitrogen (N2) 72%, oksigen (O2) 21%, sisanya 1 % terdiri dari gas argon, karbon dioksida, ozon, dan gas–gas lain. Atmosfer ini melindungi makhluk hidup dari sinar matahari dan benda-benda langit yang tertarik ke bumi.

Makhluk hidup di bumi berkembang dan terus berevolusi. Salah satunya manusia, yang berevolusi mengembangkan daya nalarnya menjadi semakin pintar. Kemampuan tersebut dimanfaatkan manusia untuk menggali sumber daya yang terkandung di planet bumi untuk meneruskan kelangsungan kehidupan.

Kehidupan manusia yang memanfaatkan sumber daya alam yang berlebihan menyebabkan bumi menjadi rusak. Keadaan bumi yang semakin rusak dan pencemaran bumi membuat bumi semakin sesak. Keadaan lapisan pelindung ozon sudah mulai rusak dan mengakibatkan pemanasan suhu secara global dan lama–kelamaan dapat mengakibatkan pencairan es sehingga bumi tertutup oleh air. Hal tersebut sudah tidak dapat dicegah lagi tanpa kesadaran manusia untuk berubah. Salah satu cara yang cukup jauh adalah memanfaatkan teknologi untuk pindah ke planet lain.

Misi manusia untuk pindah ke planet lain bukanlah sebuah dongeng tidur yang kita pikirkan selama ini. Para ilmuwan sudah mulai meneliti bagaimana hal tersebut dapat dilakukan. Memang membutuhkan waktu yang tidak singkat dan biaya yang dihabiskan untuk penelitian pun cukup banyak. Namun para ilmuwan terus mengemban tugas ini untuk meneruskan peradaban manusia. Beberapa penemuan telah mendukung rencana manusia untuk pindah dari bumi, seperti pendaratan Teknologi Robot Phoenix di permukaan planet Mars tahun 2008, penemuan planet baru yang mirip dengan bumi pada tahun 2007 dengan teknologi teleskop terbaru, dan pengembangan teknologi pesawat kecepatan cahaya.

Pendaratan Robot Phoenix ke Planet Mars dan Uji Coba Manusia dalam Simulasi Perjalanan ke Planet Mars untuk Mendukung Pengiriman Manusia ke Planet Mars.

Robot Phoenix Misi yang dilakukan adalah mengirim manusia ke planet Mars. Mars adalah planet terdekat keempat dari matahari. Namanya diambil dari nama dewa perang Yunani kuno. Planet ini juga dikenal sebagai planet merah karena penampakannya yang kemerah-merahan.

Lingkungan Mars lebih bersahabat bagi kehidupan dibandingkan keadaan planet Venus. Keadaannya cukup ideal untuk manusia. Suhu udara dan tekanan udara yang cukup rendah, ditambah dengan komposisi udara yang sebagian besar karbon dioksida namun masih mengandung oksigen, sehingga kemungkinan manusia masih dapat bertahan di lingkungan tersebut. Misi-misi ke planet merah ini, sampai penghujung abad ke-20, belum menemukan jejak kehidupan di sana, meskipun yang amat sederhana.

Planet ini memiliki 2 buah satelit, yaitu Phobos dan Deimos. Planet ini mengorbit selama 687 hari dalam mengelilingi matahari. Planet ini juga berotasi. Kala rotasinya 24,62 jam. Dalam mitologi Yunani, Mars identik dengan dewa perang, yaitu Aries, putra dari Zeus dan Hera.

Pada tahun 2008 badan luar angkasa Amerika (NASA), mengirim sebuah robot yang mendarat di permukaan planet merah tersebut. Robot itu diberi nama Phoenix. Setelah beberapa saat di planet Mars, Phoenix mengirimkan beberapa foto permukaan planet Mars. Tampak dari foto, permukaan planet Mars berupa padang pasir dan bebatuan ngarai yang luas serta langit yang berwarna merah.


Sebelum melakukan penerbangan sesungguhnya ke Planet Mars yang diprediksi pada tahun 2020, Badan Luar Angkasa Rusia bekerja sama dengan Badan Luar Angkasa Eropa mengadakan simulasi penerbangan ke planet Mars. Sebanyak enam relawan asal Eropa keluar dengan kondisi baik dari ruang simulasi kapsul ruang angkasa di Moskwa, Rusia, setelah menghabiskan lebih dari tiga bulan dalam kapsul tersebut. Meski terlihat lelah, para astronot simulasi tetap sehat dan merasa senang.

Keenam astronot ini adalah bagian dari eksperimen untuk mempelajari kondisi astronot ketika berada dalam situasi yang sangat terisolasi dan terkekang dalam kapsul ruang angkasa selama perjalanan panjang ke Mars. Dari enam sukarelawan itu, empat orang berasal dari Rusia, satu orang dari Jerman, dan satu orang lagi dari Perancis.

Sergei Ryazansky, kapten dari enam orang itu, mengatakan, hal yang paling berat selain mengetahui bahwa mereka sedang melakukan perjalanan sejauh 276 juta kilometer adalah bahwa mereka terkunci dalam ruang seukuran gerbong kereta tanpa jendela. Hal yang juga sulit adalah bahwa penerbangan ini bukan sungguhan.

Para awak yang dipilih dari 6.000 pelamar itu dibayar masing-masing 20.987 dollar AS untuk dikunci dalam modul yang serupa dengan kapsul antariksa sejak 31 Maret 2009. Mereka nyaris tidak diberi akses kepada dunia luar. Mereka tidak memiliki televisi atau internet, dan hubungan dengan dunia luar hanyalah komunikasi dengan pusat pengendali eksperimen, yang juga memonitor mereka melalui kamera TV. Komunikasi itu pun mengalami jeda sekitar 20 menit agar benar-benar mirip penerbangan ruang angkasa.

Masing-masing awak memiliki kabin pribadi dengan interior seperti yang terdapat di dalam kapal selam. Namun, struktur ruangannya dibuat khusus untuk percobaan perjalanan ruang angkasa. Agar benar-benar terisolasi, pintu modul dikunci dengan palang dan diikat benang serta distempel dengan lilin merah.

Saat keluar pada tanggal 14 Juli 2009 setelah terisolasi selama 105 hari, relawan dari Jerman mengaku benar-benar kehilangan orientasi waktu. Padahal, 105 hari masih jauh dari waktu sesungguhnya untuk menempuh perjalanan pergi dan pulang dari Mars.

Penemuan Planet Gliese 581 C yang Mirip dengan Bumi.


Pada tahun 2007 sebuah planet yang mirip dengan planet bumi ditemukan di luar tata surya kita. Ini merupakan planet yang memiliki air, juga bisa menyokong kehidupan di sana. Planet baru ini diberi nama Gliese 581 C, berdasarkan nama mataharinya Gliese 581 yang terletak sejauh 20,5 tahun cahaya.

Seperti yang kita ketahui, air merupakan kunci dari kehidupan. Planet yang telah ditemukan ini berada pada jarak yang tidak terlalu jauh ataupun terlalu dekat dengan bintangnya atau mataharinya sehingga dapat menjaga airnya tidak membeku ataupun menguap.

Penemuan planet ini merupakan peristiwa penting dalam hal pencarian planet dan pencarian ET (alien) yang mengubah pandangan kita terhadap tata surya. Namun, para astronomer masih belum dapat menemukan adanya kehidupan biologis di sana seperti halnya di bumi. Tujuan penemuan ini adalah untuk mencari tempat tinggal alternatif baru selain di bumi.

Planet baru ini memiliki ukuran kira-kira 50% lebih besar dan 5 kali lebih padat dari bumi kita ini. Jadi bisa mengatasi kepadatan penduduk di bumi. Gliese 581 C merupakan planet terkecil di luar tata surya kita yang pernah ditemukan. Jarak terhadap mataharinya kira-kira 15 kali lebih dekat dibandingkan dengan jarak dari bumi menuju matahari kita dan 1 tahun di planet itu sama dengan 13 hari di planet bumi.

Karena mataharinya, yang lebih dikenal sebagai M. Dwarf yang artinya bintang merah kurcaci ini, sekitar 50 kali lebih redup daripada cahaya matahari bumi kita dan juga tidak begitu panas, maka planet-planetnya dapat mengorbit lebih dekat dengan matahari mereka dengan tetap mempertahankan kandungan air di planet masing-masing.

Menurut anggota tim peneliti Xavier Delfosse dari Universitas Grenoble di Perancis, sifat planet ini mirip sekali dengan bumi kita. Planet Gliese 581 C menjadi target penting dalam penjelajahan luar angkasa untuk mencari ET dan mencari tempat tinggal yang baru. Planet Gliese 581 C mungkin berupa planet berbatu seperti bumi atau mungkin juga berupa planet yang diselubungi oleh samudera. Diperkirakan suhu planet ini berada antara 0 – 40 ° C sehingga bisa dipastikan airnya tidak membeku.

Pengembangan Teknologi Alat Transportasi Antara Planet dan Bintang

Bukannya tidak mungkin manusia dapat menciptakan pesawat luar angkasa yang bukan hanya dapat terbang ke luar orbit bumi, tetapi juga merupakan transportasi antarplanet dan antarbintang, seperti dalam film Star Trek, Star Wars, dan Power Rangers Lost in Galaxy. Para peneliti sekarang sedang mengembangkan sebuah alat yang membantu mendorong sebuah benda sehingga dapat bergerak melebihi kecepatan cahaya.

Dua orang fisikawan asal Universitas Baylor sedang merealisasikan terbang pada kecepatan cahaya dan ide mereka tersebut tidak melanggar hukum fisika apapun. Dr. Gerald Cleaver, seorang Profesor Fisika di Universitas Baylor, bersama dengan Dr. Richard Obousy, seorang mahasiswa pos-doktoral, mengemukakan teori bahwa dengan memanipulasi dimensi-dimensi ruang dan waktu di sekitar pesawat dengan jumlah energi yang sangat besar akan menciptakan sebuah ‘bubble’ yang bisa mendorong pesawat lebih cepat dari kecepatan cahaya. Untuk menciptakan bubble ini, para fisikawan Universitas Baylor percaya dengan memanipulasi kesebelas dimensi akan menciptakan energi gelap. Cleaver mengatakan energi gelap yang positif bertanggung jawab dalam mempercepat laju alam semesta seiring waktu berjalan, sama seperti yang terjadi setelah Big Bang, pada saat alam semesta meluas lebih cepat dari kecepatan cahaya. “Bayangkan seperti seorang peselancar di atas ombak,” Cleaver mengatakan, “Pesawat tersebut akan didorong oleh bubble dan bubble akan terbang lebih cepat daripada kecepatan cahaya.

Metode yang dikembangkan berdasarkan pada gerak Alcubierre ini, bertujuan memperluas materi-materi luar angkasa yang berada di belakang pesawat menjadi bubble dan menciutkan ruang dan waktu di depan pesawat. Sebenarnya pesawat tidak bergerak, tetapi pesawat akan berada di antara perluasan dan penyiutan dimensi-dimensi ruang dan waktu. Karena angkasa akan bergerak di sekitar pesawat, teori tersebut tidak akan melanggar hukum Relativitas Einstein.

Beberapa teori mengatakan bahwa alam semesta terbentuk dari berbagai dimensi. Tinggi, lebar, dan panjang adalah tiga dimensi, dan waktu adalah dimensi ke-4. Para ilmuwan percaya bahwa ada 10 dimensi, dengan 6 dimensi lainnya belum bisa diidentifikasi. Sebuah teori baru, yang disebut M-theory, membawa teori-teori lainnya satu langkah lebih maju dan bisa memunculkan dimensi luar angkasa ke-11. Dimensi ke-11 yang diteliti di Universitas Baylor dipercaya bisa membuat pesawat melaju lebih cepat daripada kecepatan cahaya.

Dengan peristiwa–peristiwa yang terjadi tersebut tidak menutup kemungkinan misi pengiriman manusia untuk pindah ke planet lain akan terwujud. Mungkin pada saat ini belum memungkinkan karena keterbatasan pengetahuan dan teknologi, namun pada suatu saat semuanya pasti akan terwujud jika semua ilmuwan dan seluruh umat manusia bekerja sama menciptakan teknologi yang lebih canggih dari teknologi yang tercipta sebelumnya. Hanya anak cucu kita yang dapat merasakannya sehingga peradaban manusia tidak akan terputus dan akan terus berlangsung dan berkembang sepanjang masa .(*Chien2/bbg. sumber)

Bila kita melihat di angkasa, ada begitu banyak bintang.
Ternyata tata surya tidak hanya satu, tetapi banyak, dan di dalam tiap tata surya ada matahari dan planet-planet yang mengitarinya.
Kategori:Catatan Kaki
  1. 24 September 2014 pukul 07:33

    Hello! Would you mind if I share your blog with my facebook group?
    There’s a lot of folks that I think would really enjoy your content.
    Please let me know. Thanks

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: