Beranda > Tips Hidup Sehat > Jangan Suka Menahan Buang Air Kecil

Jangan Suka Menahan Buang Air Kecil


Ditulis oleh Siti Masnidar
Rabu, 19 Agustus 2009 16:59

Jangan Suka Menahan Buang Air Kecil

Bisa Memicu  Timbulnya Batu Ginjal

Siti masnidar – Jambi

BAGI Anda yang suka menahan buang air kecil, sebaiknya segera menghentikan kebiasaan ini. Karena perilaku ini bisa memberikan efek buruk bagi kesehatan khususnya fungsi ginjal.

Menurut dr Hengky Indradjaja, kebiasaan suka menahan buang air kecil (BAK) merupakan salah satu faktor yang bisa memicu munculnya batu ginjal. Hal ini dikarenakan urin bersifat basa, sehingga jika tidak segera dibuang bisa mengendap dan memadat.

Keadaan inilah yang kemudian menjadi kristal atau dikenal dengan batu ginjal. “Kalaupun harus menahan jangan terlalu lama dan jangan menjadi kebiasaan,”ujarnya kepada Jambi Independent, kemarin.

Batu di dalam ginjal atau saluran kemih yang berukuran kecil biasanya tidak menimbulkan gejala dan dapat keluar sendiri bersama air seni. Tetapi batu yang lebih besar dapat menimbulkan hambatan atau bahkan sumbatan aliran air seni.

Jika hal ini terjadi, biasanya akan muncul berbagai gejala seperti  rasa nyeri yang berat dan tiba-tiba di daerah pinggang yang menjalar sampai pangkal paha. Rasa nyeri tidak berkurang walaupun penderita mencoba posisi-posisi tertentu, misalnya berbaring, membungkuk, dan lainnya.

Kemudian, sering muncul keluhan mual dan muntah. Tidak hanya itu, meski tidak selalu, kadang kala dijumpai darah pada air seni. Hal ini terjadi karena batu mengiritasi saluran kemih sehingga menimbulkan luka.

Selanjutnya, ada perasaan terbakar di saluran kemih saat kencing. Muncul juga rasa sangat ingin kecing. “Juga sering disertai demam,”ujarnya.

Batu ginjal atau batu saluran kemih umumnya timbul akibat berubahnya keseimbangan normal antara air, garam, mineral, dan zat-zat lain dalam air seni. Jenis zat yang meninggi kadarnya menentukan jenis batu yang terbentuk.

Ada yang jenis batu kalsium; batu jenis ini paling sering ditemukan. Bentuknya besar dengan permukaan yang halus. Dapat berupa campuran antara kalsium dengan oksalat atau kalsium dengan fosfat. Batu kalsium sering dijumpai pada orang yang mempunyai kadar vitamin D berlebihan atau gangguan kelenjar paratiroid. Orang-orang yang menderita penyakit kanker, penyakit ginjal, atau penyakit sarkoidosis juga dapat menderita batu kalsium.

Ada juga batu asam urat. Permukaannya halus, berwarna coklat, dan lunak. Batu ini terbentuk akibat kadar asam urat pada air seni tinggi. Batu asam urat biasanya menyertai penyakit radang sendi akibat asam urat (gout arthritis).

Selanjutnya, ada juga jenis batu struvite. Batu ini biasanya berbentuk tanduk rusa. Timbul akibat kadar amoniak dalam air seni tinggi. Amoniak yang tinggi biasanya terjadi akibat adanya infeksi saluran kemih, karena bakteri penyebab infeksi dapat menghasilkan amoniak.

Terakhir, batu sistin. Berbentuk kristal kekuningan. Timbul akibat tingginya kadar sistin dalam urin. Keadaan ini terjadi pada penyakit sistinuria. Batu jenis ini jarang dijumpai, hanya satu diantara seribu. Batu sistin biasanya mengenai penderita usia 10 – 30 tahun.

Makanya, untuk mencegah munculnya batu ginjal, selain jangan suka menaha baung ai rkecil, sebaiknya minum air putih yang cukup yakni 8-10 gelas per hari.  Dengan demikian urin menjadi lebih encer. “Jangan lupa pola makan seimbang, berolahraga, dan menjaga berat badan tetap ideal,”pungkasnya.(*)

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: